
Buat temen2 yang hobi maen poker facebook,myspace,tagged,dll
saya jual chip poker dengan harga 10 ribu / M plus BONUS
Transaksi via ATM BCA atau BNI
YM: panji_t4mpanszxx
Apa itu CCTV?Karena semakin maraknya kriminalitas yang terjadi saat ini pemerintah sangat menggalakkan penggunaan kamera CCTV ini, terutama dalam usaha mengurangi tingkat kriminalitas dan juga dimanfaatkan dalam reka ulang tindak kriminal. Pemerintah mengatakan bahwa para pelaku tindak kriminal akan merasa TAKUT dan berpikir dua kali untuk melakukan niat jahatnya, sehingga angka kriminalitas dapat menurun.Dalam film-film action yang menampilkan suatu adegan dimana seseorang membuat sebuah rangkaian yang dapat memutar berulang2 sebuah rekaman pada kamera CCTV, dengan rekaman orang mondar-mandir, atau orang sedang tidur, atau hanya sekedar ruang kosong saja.
Artinya banyak muncul penjahat yang berteknologi, yang dapat menangkis kecanggihan CCTV.Itu berlaku untuk penjahat yang “cerdik” atau masih punya rasa takut dan malu. Tetapi ada juga yang sudah kebal, ada kamera CCTV pun masih dengan cueknya melakukan kriminal, ada yang pakai topeng, ada yang merusak kamera CCTV dengan cara menembaknya, dengan memukulnya dsb.
Artinya, dengan teknologi CCTV ( yang konon salah satu fungsinya adalah untuk mengurangi kriminalitas ) ternyata “membuahkan” produk teknologi baru sebagai “counter attack” nya. Sehingga dalam hal ini semakin canggih tingkat teknologi keamanan ( savety technology ) maka semakin cangguh pula tingkat kriminalitas ( crime technology ) yang muncul.Dengan kamera CCTV yang sangat mungil, seorang petugas kemanan dapat memantau keadaan. Dan bila ada kejahatan terjadi, rekaman pada CCTV cukup dapat dijadikan barang bukti. Oleh sebab itu, keberadaan CCTV banyak digunakan pada tempat-tempat yang rawan akan kejahatan pencurian seperti supermarket, dan mesin ATM.Saat ini banyak sekali jenis kamera CCTV dengan berbagai fungsi dan fitur. Teknologi yang mutakhir pun sudah tersedia, seperti CCTV berbasis Internet protocol (IP). Sistem keamanan melalui kamera CCTV yang berbasis IP boleh dibilang punya beberapa kelebihan. IP sebagai protokol yang umum digunakan untuk sebuah jaringan dan Internet lebih memudahkan diakses, terutama jika ingin melakukan pengontrolan atau pemantauan dari jauh (remote monitoring).
CCTV yang berbasis IP dapat diintegrasikan dengan wireless IP, local area network (LAN), dan wide area network (WAN). Dan, data-data yang ditangkap melalui kamera CCTV dapat disimpan menggunakan digital video recorder (DVR) ataupun video server (VS).Sistem yang menggunakan DVR biasanya digunakan untuk pemantauan di wilayah lokal, misalnya dalam satu gedung. Dengan menggunakan DVR, pengguna dapat menghubungkan 16 channel kamera sekaligus ke dalam DVR. Namun, disebabkan hanya memiliki satu ethernet, sehingga ia hanya menggunakan satu IP. Metode perekaman yang dapat dilakukan beragam, mulai dari perekaman berdasarkan jadwal; merekam berdasarkan deteksi gerakan atau alarm; atau dapat pula merekam secara manual. Jika pengelola gedung ingin mengendalikan banyak kamera dari jarak jauh, bisa menggunakan VS. Masing-masing kamera dihubungkan dengan satu VS, sehingga setiap kamera memiliki satu IP. Dari masing-masing IP ini selanjutnya dapat dihubungkan pada jaringan seperti LAN, WAN, atau Internet. Bentuknya hanya sebuah kotak kecil dengan konektor untuk dihubungkan dengan kamera dan peralatan jaringan lainnya seperti switch.Bentuk kamera yang semakin hari semakin kecil membuatnya sangat fleksibel untuk diletakkan di mana saja. Belum lagi instalasi CCTV tidak terlalu sulit. Bahkan, jika diinginkan kini juga sudah tersedia CCTV yang tidak menggunakan kabel.Keberadaan CCTV sebagai alat keamanan kadang menyulitkan kadang tidak. Untuk kemanan yang butuh pantauan ketat, tentu akan membutuhkan kehadiran SDM sebagai operator atau petugas pemantau. Sedangkan bila CCTV hanya digunakan sebagai alat dokumentasi atau bukti di kemudian hari. Petugas operator hanya perlu merekamnya.
Komponen penting yang dibutuhkan untuk instalasi cctv




WiFi (Wireless Fidelity)